• Pembelajaran PKn Dengan Media Film dan Video
  • Pengertian Pendekatan Konstruktivisme
  • Karakteristik Pendekatan CTL
Tampilkan postingan dengan label media pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label media pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Selasa, 19 Februari 2013

animasi Hukum Newton III dan nilai kehidupannya


animasi hukum Newton III
Salam pendidikan…!!!
Postingan saya hari ini adalah mengenai hubungan suatu disiplin ilmu dengan nilai yang terkandung didalamnya yang bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada kesempatan ini saya akan mempublish hasil karya sederhana saya berupa animasi tentang Penerapan Hukum Newton III dan nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Animasi ini hanya intermezzo saya yang memperlihatkan betapa bernilainya ilmu pengetahuan jika kita berfilsafat secara dalam.
Sebelum melihat animasi yang saya buat, izinkan saya memberikan apersepsi untuk membuka schemata tentang Hukum Newton III
READ MORE - animasi Hukum Newton III dan nilai kehidupannya
Rabu, 11 Juli 2012

Pembelajaran PKn Dengan Media Film dan Video

guru sd maju bersama
Dalam proses pembelajaran di sekolah, seorang guru harus bertindak kreatif dan inovatif untuk mentransfer ilmu kepada siswa. Tindakan kreatif dan inovatif itu berupa penggunaan pendekatan, metode, model dan media pembelajaran yang bervariasi. Dalam penggunaan media pembelajaran yang bervariasi, seorang guru dapat memanfaatkan media di sekitar. Selain itu seorang guru juga harus bisa menghubungkan media pembelajaran yang digunakan dengan pelajaran maupun materi pembelajaran yang diajarkan. Salah satu penggunaan media yang dapat digunakan guru dalam proses pembelajaran di kelas adalah menggunakan media film dan video dalam pembelajaran PKn.
Pembelajaran PKn dengan menggunakan film dan video merupakan pembelajaran yang didahului dengan mengamati film atau video yang berhubungan dengan materi pembelajaran PKn di SD. Pengamatan siswa terhadap film atau video yang disajikan akan menumbuhkan rasa ingin tahu siswa sehinggga nantinya seorang guru akan mudah memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Setelah itu, peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mendiskusikan soal berupa masalah yang diberikan guru yang ada kaitannya dengan peristiwa/cerita yang terdapat dalam film atau video yang telah disajikan oleh guru. Untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah disampaikan guru dengan mempergunakan film atau video (media audio visual), maka guru meminta beberapa orang peserta didik untuk bermain peran ke depan kelas sesuai dengan skenario yang telah diberikan guru sebelumnya. Skenario bermain peran tersebut masih ada hubungannya dengan materi yang baru dipelajari peserta didik. Dengan bermain peran, siswa juga dapat mengalami secara langsung nilai-nilai dari materi pembelajaran yang disampaikan. Hal ini tidak terlepas dari tujuan pembelajaran PKn yang lebih menonjolkan aspek afektif dalam tujuan pembelajaran.
Menurut Basuki (1992:75), pembelajaran dengan menggunakan media, disini medianya adalah film dan video dan mata pelajarannya adalah PKn, dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1)   Persiapan
a)    Mempelajari dan menyiapkan media pembelajaran (film/video) tentang materi PKn yang akan dipelajari
b)   Menyampaikan tujuan pembelajaran yang berhubungan dengan materi pembelajaran PKn yang akan dipelajari
c)    Membangkitkan skemata yang ada kaitannya dengan materi PKn yang akan dipelajari
d)   Mengatur tatanan media dan posisi tempat duduk peserta didik.
2)   Pelaksanaan (penyajian)
a)    Mengamati pemutaran film atau video yang berhubungan dengan materi pembelajaran PKn
b)   Tanya-jawab mengenai film atau video yang telah disajikan
c)    Menceritakan film atau video secara ringkas.
3)   Tindak Lanjut
a)    Berdiskusi kelompok tentang film atau video yang telah disajikan
b)   Melaporkan hasil diskusi.
Pada tahap tindak lanjut ini kita dapat menambahkan langkah-langkah berupa bermaia peran pada kegiatan pembelajaran. Penambahan kegiatan bermain peran ini merupakan langkah kreatif dan inovatif yang dilakukan seorang guru untuk memperdalam pemahaman siswa tentang materi pembelajaran PKn yang telah disampaikan.
Daftar Rujukan
Basuki Wibawa dan Farida Mukti. 1991/1992. Media Pengajaran. Jakarta: Depdikbud.
READ MORE - Pembelajaran PKn Dengan Media Film dan Video
Kamis, 03 Mei 2012

Menanamkan karakter pada siswa SD melalui Dongeng

Menanamkan Karakter Melalui Dongeng
          Saya teringat waktu kuliah dulu, yaitu waktu Praktek mengajar (PPL) pada semester VIII dan Praktek Mengajar PLPG. Hahaha. . . .  Kalau diingat-ingat lucu juga ya. . . . Semua teman-teman saya sibuk mencari dongeng untuk mengintegrasikan ke RPP Tematik. Ada meminjam buku dongeng anak-anak di sekitar Asrama kita,ada yang sibuk ke warnet,sampai-sampai ada yang mengarang sebuah dongeng. Dongeng tersebut kita gunakan dalam proses pembelajaran untuk menanamkan karakter pada siswa. Waktu itu saya menggunakan dongeng di bawah ini:

SEMUT DAN BELALANG
          Pada siang hari di akhir musim gugur, satu keluarga semut yang telah bekerja keras sepanjang musim panas untuk mengumpulkan makanan, mengeringkan butiran-butiran gandum yang telah merekakumpulkan selama musim panas. Saat itu seekor belalang yang kelaparan, dengan sebuah biola di tangannya datang dan memohon dengan sangat agar keluarga semut itu memberikan sedikit makan untuk dirinya.
          "Apa!" teriak sang Semut dengan terkejut, "tidakkah kamu telah mengumpulkan dan menyiapkan makanan untuk musim dingin yang akan datang ini? Selama ini apa saja yang kamu lakukan sepanjang musim panas?"
          "Saya tidak mempunyai waktu untuk mengumpulkan makanan," keluh sang Belalang; "Saya sangat sibuk membuat lagu, dan sebelum saya sadari, musim panas pun telah berlalu."
Semut tersebut kemudian mengangkat bahunya karena merasa gusar.
           "Membuat lagu katamu ya?" kata sang Semut, "Baiklah, sekarang setelah lagu tersebut telah kamu selesaikan pada musim panas, sekarang saatnya kamu menari!" Kemudian semut-semut tersebut membalikkan badan dan melanjutkan pekerjaan mereka tanpa memperdulikan sang Belalang lagi.
 Ada saatnya untuk bekerja dan ada saatnya untuk bermain.
Pada saat saya bercerita, siswa saya sangat serius mendengarkan cerita saya. Senang sekali rasanya kita dapat memanage kelas seperti ini, apalagi saya waktu itu mahasiswa yang praktek. Setelah itu saya melakukan tanya jawab seputar dongeng yang saya ceritakan. Yang terakhir saya menanamkan nilai-nilai sebelum saya masuk ke pelajaran PKn, yaitu dengan menanamkan karakter kepada siswa berupa nilai dari dongeng " Semut dan Belalang" yaitu "Ada saatnya untuk bekerja dan ada saatnya untuk bermain".
READ MORE - Menanamkan karakter pada siswa SD melalui Dongeng